Senin, 26 April 2021

MEMBUAT SIMULASI DARI JARINGAN POINT TO POINT(P2P) DAN POIN TO MULTIPOINT(P2M)

 

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh   
 Hayy, sahabat blogger👋👋
       saya Witri Wulandari dari Politeknik Negeri Padang dengan Jurusan Teknologi Informasi dan Prodinya D3 Manajemen Informatika. Di blog kali ini,saya akan membagikan sebuah pratikum tentang membuat Simulasi dari Jaringan P2P dan P2M dengan menggunakan Software Packet Tracer. Semoga postingan ini dapat diterima dan bermanfaat bagi sahabat blogger😊😊.
 
 

 Tujuan

    Tujuan dari pratikum ini, agar mengetahui cara membuat sebuah simulasi jaringan Point To Point dan Poin To Multipoint dalam jaringan LAN dengan menggunakan Software Packet Tracer.

Teori Singkat 

  1. Point to Point adalah salah satu komputer atau perangkat yang disambungkan ke satu perangkat atau komputer saja baik menggunakan perangkat wireless maupun menggunakan kabel Lan yaitu kabel cross.
  2. Point to Multipoint Adalah satu komputer atau perangkat yang dapat di sambungkan ke banyak komputer atau perangkat dan biasanya jaringan ini digunakan pada area hotspot ataupun pada warnet. karena dari satu server di sebar ke beberapa client.
  3. Packet Tracer adalah sebuah aplikasi simulator alat-alat jaringan cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulai jaringan komputer

Alat dan Bahan

  • Komputer/PC
  • Software Packet Tracer

Langkah Kerja

        Membuat Simulasi Jaringan Point To Point(P2P)
1. Langkah awal yang dilakukan yaitu membuka tampilan Software Packet Tracer. Caranya terlebih dahulu kita akan diminta untuk Login, agar dapat menjalankan Packet Tracer. Sebelumnya, kita terlebih dahulu sudah terdaftar di Akun Cisco dan Netacad.com. Berikut ini tampilannya:
 

2. Jika sudah Login maka akan keluar dari tampilan Packet Tracer, dimana kita akan membuat sebuah simulasi jaringan. Berikut ini tampilannya:
 

3. Untuk membuat simulasi dari jaringan Point To Point. kita hanya membutuhkan dua Komputer/PC dan Kabel Cross sebagai perangkt penghubung. 
 
4.  Dalam tampilan Packet Traker ini di sudut kiri bagian bawah adalah menu Network Component Box, dimana kita pilih End Devices klik PC, kemudian diseretkan ke lembar kerja yang mana ada 2 PC yang akan digunakan.
 

 5. Kedua PC kita hubungkan dengan menggunakan kabel Cross Over di bagian Connection pada menu Network Component Box. kita klik kabel sampai adanya tanda bulat yang diberi silang warna merah di kabel cross yang di pilih. kita Klik kanan pada PC0 pilih FastEthernet0 dan untuk PC1 juga memilih FastEthernet0. Sehingga bentuknya akan seperti ini:
 

6. Setelah menghubungkan kedua perangkat PC di atas dengan menggunakan jenis kabel crossover, maka langkah selanjutnya adalah memberikan IP address dan Subnetmask.
  • Klik satu kali di atas PC0
  • Maka akan muncul tampilan gambar PC Klik Tab Dekstop
  • Kemudian pilih menu IP Configuration
  • Masukan IP address PC0 : contoh disini saya menggunankan No Bp 2 angka dibelakang yaitu 69: 192.168.69.1 dan subnetmask 255.255.255.0

  •  Masukan IP address PC1: contoh disini saya menggunankan No Bp 2 angka dibelakang yaitu 69: 192.168.69.2 dan subnetmask 255.255.255.0

7. Setelah PC0 dan PC1 dihubungkan dengan kabel crossover serta diberikan alamat IP address dan subnetmask, maka selanjutnya kita uji konektivitas antara PC0 dengan PC1. sebelum itu kita klik gambar amplop surat untuk melihat apakah PC0 dan PC1 terhubung. dengan adanya tanda success pada status sebelah kanan bawah
 

8. Jika sudah ada kata Success di last status, selanjutnya jika uji dengan menggunakan Command Prompt, berikut ini langkahnya
  • Klik satu kali pada PC0
  • Masuk ke Tab Dekstop kemudian pilih menu Command Prompt
  • Cek koneksi dari PC0 ke PC1 dengan perintah ping 192.168.1.2 (dilakukan dari PC0)
 
  • Pada tampilan gambar di atas, terlihat hasilnya Reply from 192.168.1.1 .....
  • Artinya antara PC0 dengan PC1 sudah terkoneksi dengan baik.
 9. Lakukan perintah yang sama antara PC1 ke PC0.
 
 
jika keduanya sudah terkoneksi maka langkah yang dilakukan telah berhasil.



        Membuat Simulasi Jaringan Point To Multipoint(P2M)
1. Langkah awal sama dengan simulasi P2P dimana membuka tampilan Packet Tracer
 
 
2. Untuk membuat simulasi P2M,disini saya menggunakan dua buah switch . Setiap switch dihubungkan dengan kabel Cross Over. Untuk mengambil switch, kita bisa menyeretnya di bagian Switches ke lembar kerja, dan gunakan kabel Cross Over di bagian Connection. seperti gambar
 

3.  sebelum menambahkan PC yang akan digunakan. terlebih dahulu menambah port switch yang masih kosong agar bisa dipergunakan secara maksimal. caranya terlebih dahulu mematikan switchnya, kemudian tambahkan PT-Switch-NM-CFE ke port yang masih kosong, seperti gambar berikut ini

Jika sudah tampil seperti gambar di atas, kita bisa menambah port yang baru, seperti gambar berikut ini,

Lakukan hal yang sama pada swithc kedua dan jangan lupa untuk menghidupkan tombol power switchnya
 
4.  Selanjutnya kita akan mengambil PC yang akan digunakan, yang mana ini disesuaikan dengan berapa port yang disediakan di Switch yang telah ditambahkan sebelumnya. Dan dihubungkan ke switch dengan menggunakan kabel straight


5. maka langkah selanjutnya adalah memberikan IP address dan Subnetmask disetiap PC yang digunakan. disini terdapat 18 PC yang telah terhubung ke Switch. berikut ini cara memberikan IP Adress. Yang mana disini kita menggunakan IP Adress 192.168.69.1 yang mana dua angka terakhir merupakan No Bp saya yaitu 69. dan untuk Hostnya dimulai dari 1-18. sesuai port yang tersedi.
 
6. Cara untuk Memberikan IP Adress setiap PC yang digunakan, dan caranya sama untuk semua PC yang terhubung
  • Klik satu kali di atas PC0-PC17
  • Maka akan muncul tampilan gambar PC Klik Tab Dekstop
  • Kemudian pilih menu IP Configuration
 
  •  Ketikkan ke semua PC0-PC17 seperti berikut ini:

 
 7. Langkah selanjutnya, kita beri sebuah pesan. ini dapat menandakan bahwa yang telah kita hubungkan dapat berjalan dengan baik atau tidak. tanda jika berhasil, dapat dilihat di List Status dibagian kiri kanan bagian bawah
 

 
8. Langkah terakhir yang dilakukan yaitu kita akan mengecek apakah simulasi yang telah dibuat berhasil atau tidak. caranya kita menggunakan Command Prompt untuk mengecek setiap port yang terhubung. Berikut tampilannya:
 
  • Ping antara PC0 - PC1

  • Ping PC0 -PC2

  • Ping PC0 -PC3

  • Ping PC0 -PC4

  • Ping PC0 -PC5

  • Ping PC0 -PC6

  • Ping PC0 -PC7
 
  • Ping PC0 -PC8   
 
  • Ping PC0 -PC9
 
  • Ping PC0 -PC10

  • Ping PC0 -PC11
 
  • Ping PC0 -PC12

  • Ping PC0 -PC13

  • Ping PC0 -PC14
 
  • Ping PC0 -PC15
 
  • Ping PC0 -PC16

  • Ping PC0 -PC17        
 
9. jika hasil pengepingan selesai, maka langkah kerja yang dilakukan telah berhasil.
 
 

Hasil Percobaan

  •  berhasil membuat simulasi dari Point To Point

  • berhasil membuat simulasi dari Point To Multipoint

 

Kesimpulan

dengan menggunakan Software Packet Tracer ini, kita tidak memerlukan praktek di labor kampus,apalagi saat-saat seperti sekarang. packet tracer ini fungsinya untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal.

Referensi

  • http://gigabitkupang.com/index.php/component/k2/item/4-pengertian-point-to-point-point-to-multipoint-dan-multipoint-to-multipoint  
  •  https://id.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer
 
 
Inilah materi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat ya sahabat blogger. Jika terdapat kekurangan dalam pemaparan saya minta maaf dan terima kasih sudah mampir🙏🙏 
 
Wassalamu'alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh

Selasa, 20 April 2021

WIRELESS LAN

 

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh   
 Hayy, sahabat blogger👋👋
       saya Witri Wulandari dari Politeknik Negeri Padang dengan Jurusan Teknologi Informasi dan Prodinya D3 Manajemen Informatika akan membagikan materi tentang Wireless Lan. Semoga postingan ini dapat diterima dan bermanfaat bagi sahabat blogger😊😊
 

Pengertian

Wireless Lan adalah suatu jaringan area dimana lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar.
LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz atau 5 GHz (802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n, 802.11ac).
 

IEEE

IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) merupakan sebuah badan yang mengatur standarisasi dalam bidang teknologi informasi. Dalam IEEE ada code tertentu untuk standarisasi dalam teknologi komunikasi :
  • 802.1 : LAN/MAN Management and Media Access Control Bridges
  • 802.2 : Logical Link Control (LLC)
  • 802.3 : CSMA/CD (Standar untuk Ethernet Coaxial atau UTP)
  • 802.4 : Token Bus
  • 802.5 : (Token Ring (bisa menggunakan kabel STP)
  • 802.6 : Distributed Queue Dual Bus (DQDB) MAN
  • 802.7 : Broadband LAN
  • 802.8 : Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI)
  • 802.9 : Integrated Services LAN Interface (standar ISDN)
  • 802.10 : LAN/MAN Security (untuk VPN)
  • 802.11 : Wireless LAN (Wi-Fi)
  • 802.12 : Demand Priority Access Method
  • 802.15 : Wireless PAN (Personal Are Network) > LrDA dan Bluetooth
  • 802.16 : Broadband Wireless Access (standar untuk WiMax)
 

Generasi Teknologi Wifi

  • IEEE 802.11b
  • IEEE 802.11g
  • IEEE 802.11a
  • IEEE 802.11n
  • IEEE 802.11ac
 

Data Rate Sebuah Wifi

Data rate sesungguhnya bukanlah kecepatan yang nyata, yang akan kita peroleh ketika kita melakukan transfer suatu data melalui media komunikasi. Tetapi data rate menggambarkan kemampuan sebuah media komunikasi untuk mengirimkan data melalui jalur komunikasi.
  • IEEE 802.11b memiliki data rate sebesar 11 Mbps
  • IEEE 802.11g memiliki data rate sebesar 54 Mbps
  • IEEE 802.11a memiliki data rate sebesar 54 Mbps
  • IEEE 802.11n besar data ratenya lebih dari 100 Mbps sampai 500 Mbps
  • IEEE 802.11ac memiliki data rate yang mencapai 1300 Mbps atau 1,3 Gbps

 

Frekuensi

  • IEEE 802.11b maka frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz
  • IEEE 802.11g maka frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz
  • IEEE 802.11a maka frekuensi yang digunakan adalah 5 GHz
  • IEEE 802.11n maka frekuensi yang digunakan adalah 2,4 GHz dan 5 GHz
  • IEEE 802.11ac maka frekuensi yang digunakan adalah 5 GHz

 

802.11

Standar 802.11 merupakan standarisasi WLAN petama yang dipublikasikan oleh IEEE pada tahun 1997. Karena banyaknya jenis-jenis jaringan WLAN yang ada di pasaran, maka standar IEEE 802.11 menetapkan antarmuka (interface) antara klien WLAN (Wireless Client) dengan jaringan Access Point-nya (network APs). Untuk membedakan perbedaan antara jaringan WLAN satu dengan jaringan WLAN lainnya, maka 802.11 menggunakan Service Set Identifier (SSID).
Standar 802.11 juga membagi jenis framenya menjadi 3 (tiga) kategori, yitu : control, data, dan management. standar 802.11 membolehkan device (perangkat) yang mengikuti standar 802.11 untuk berkomunikasi satu sama lain pada kecepatan 1 Mbps dan 2 Mbps dalam jangkauan kira-kira 100 meter.

 

802.11a

Standar 802.11a dipublikasikan pada tahun1999 yang digunakan untuk mendefinisikan jaringan Wireless dengan frekuensi 5 GHz Unclinsed National Information Infrastructure (UNII). Keceoatan jaringan ini lebih cepa dari standar 802.11 dan standar 802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps.
Kelebihan dari standar 802.11a adalah karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz sehingga tidak perlu bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabel (cordless) lainnya seperti telepon tanpa kabel. Standar 802.11a merupakan pilihan yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan banyak Access Point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 Ghz memiliki kelemahan pada jangkauan.
 

802.11b

Standar 802.11b merupakan standar yang paling banyak digunakan di kelas standar 802.11. Standar ini dipublikasikan pada tahun 1999. 802.11b merupakan pengembangan dari standar 802.11 untuk lapisan fisik dengan kecepatan tinggi 802.11b digunakan untuk mendefinisikan jaringan Wireless Direct-Squence Spread Spectrum (DSSS) yang menggunakan gelombang frekuensi Industrial, Scientific, Medicine (ISM) 2.4 GHz dan berkomunikasi pada kecepatan 11 Mbps.
Satndar 802.11b hanya berkosentrasi pada lapisan fisik dari MAC (Media Access Control). Standar ini hanya menggunakan satu jenis frame yang memiliki lebar maksimum 2.346 byte. Namun, dapat dibagi lagi menjadi 1.518 byte jika dihubungkan secara silang (cross) dengan perangkat Access Point sehingga dapat juga berkomunikasi dengan jaringan berbasis Ethernet (berbasis kabel).

 

802.11g

IEEE 802.11g-2003 atau 802.11 merupakan pengembangan dari IEEE 802.11. Spesifikasi IEEE 802.11 ini dikembangkan hingga mencapai kecepatan 54 Mbit/s dengan menggunakan gelombang yang sama yaitu 2.4 GHz. Pengembangan hingga kecepatan 54 Mbps inilah yang disebut IEEE 802.11g.

 

802.11n

IEEE 802.11n-2009 yang biasa disingkat IEEE 802.11n merupakan standard dari jaringan tanpa kabel (wireless networking standard) yang menggunakan banyak antena untuk meningkatkan performance. Dengan IEEE 802.11n maka lebar pita (bandwitch) dapat ditingkatkan dari 54 Mbit/s menjadi 600 Mbit/s. Lebar channel juga meningkat dan sebelumnya 20 MHz menjadi 40 MHz. IEEE 802.11n dapat mencapai kecepatan 72 Mbit/s dengan pada single channel 20 MHz dengan satu antena. Kecepatan 72 Mbit/s ini share untuk semua workstation dan share untuk upload dan download.

 

802.11ac

IEEE 802.11ac merupakan standard wifi yang termasuk dalam 802.11. Wifi ini juga disebut jaringan wireless atau jaringan nirkabel. IEEE 802.11ac bekerja pada gelombang radio dengan frekuensi 5GHz. Standard IEEE 802.11ac dikembangkan pada tahun 2011 hingga tahun 2013 dan disahkan pada Januari 2014.
Standard baru yaitu IEEE 802.11ac ini diharapkan mencapai kecepatan total seluruh device dan workstation adalah 1 Gbps. Untuk kecepatan maksimum setiap device atau workstation diharapkan mencapai 500 Mbps.
Wifi 802.11ac ini sering disingkat dengan AC. Untuk penerapan wifi AC dikantor, perlu mengidentifikasi apakah laptop dan komputer di jaringan mempunyai perangkat wifi yang mendukung AC atau 802.11ac ini secara maksimal maka baik Access Point maupun perangkat wifi client bersama-sama mendukung teknologi wifi AC.
 
 

Keamanan Pada Jaringan Wireless

  • Wired Equivalent Privacy (WEP)
Enskripsi WEP menggunakan kata sandi yang dimasukkan oleh administrator ke client maupun Access Point. Kata sandi tersebut harus cocok dengan Acess Point yang sudah di setting, sehingga client dapat mengautentikasi kata sandi yang terdapat pada Access Point. Cara kerja dari WEP adalah Access Point akan menentukan apakah client sudah memasukkan kata sandi yang sesuai. Apanila kata sandi tersebut benar, maka Access Point akan merespon positif dan langsung mengautentikasi clinet, dan sebaliknya.
 
Kelebihan WEP
User lebih mudah menggunakan tipe keamanan jaringan ini karena akan secara otomatis masuk ke jaringan dengan hanya memasukkan Ussername dan Password.
 
Kelemahan WEP
Masalah kata sandi yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat di bobol, karena WEP menggunakan kunci bersifat statis.
 
  • Wi-Fi Protected Access (WPA)
WPA merupakan salah satu tipe keamanan jaringan nirkabel yang merupakan perkembangan dari WEP, WPA secara resmi di perkenalkan pada tahun2003, setahun sebelum WEP resmi tidak digunakan lagi. Konfigurasi WPA yang paling umum digunkana adalah WPA-PSK (Pre-Shared Key). Enskripsi yang digunakan oleh WPA adalah 256-bit, WPA mengimplementasikan layer IEEE yaitu layer 802.11i.
 
Kelebihan WPA
Enskripsi data yang digunakan adalah Temporal Key Integrity Protocol (TKIP), enskripsi yang digunakan masih sama dengan WEP yaitu RC4, karena pada dasarnya WPA ini merupakan perbaikan dari WEP.
 
Kelemahan WPA
Proses kalkulasi data yang lama. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan jika kita menggunakan protokol WEP.
 
  • Wifi Protokol Access II (WPA2)
WPA telah dikembangkan pada tahun 2006 dan secara resmi digantikan oleh WPA2. Salah satu perubahan yang paling signifikan antara WPA dan WPA2 adalah pengguna algoritma AES dan pengenalan CCMP (Counter Cipher Mode dengan BLok Chaining Message Authentication Code Protocol) sebagai pengganti TKP.
 
WPA2 Personal
WPA2 Personal menggunakan metode Pre-Shared Key sebagai Passwordnya, namun bisa di sadap dengan metode dictionary attack/brute, karena itu WPA2 personal ini tidak cocok digunakan untuk sistem pengamanan perusahaan besar.

WPA2 Enterprise
WPA2 Enterprise memiliki 3 bagian utama, yaitu Suppicant (client), Authenticator dan Authenticator Server. WPA2 Enterprise  menggunakan 802.1x sebagai passwordnya dengan protocol EAP (contohnya EAP-TLS dan EAP-TTLS).

  • MAC Filter
MAC Address Filtering merupakan metode filtering untuk membatasi hak akses dari MAC Address yang bersangkutan. Hampir setiap wireless Access Point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. MAC filters ini juga merupakan metode sistem keamanan yang baik dalam jaringan WLAN, karena peka terhadap jenis gangguan seperti pencurian.MAC filter berfungsi untuk menseleksi komputer mana yang boleh masuk kedalam jaringan berdasarkan MAC Address, nila tidak terdaftar, maka komputer tersebut tidak akan bisa masuk ke jaringan dari MAC filter Address akan membatasi user dalam mengakses jaringan wireless.
 
Kelemahan MAC
MAC Address bise di ketahui dengan software kisMAC, setelah diketahui MAC Address bisa ditiru dan tetapi tidak akan terjadi konflik walau ada banyak MAC Address sama terkoneksi dalam satu Access Point.
 

Referensi: PPT wireless Lan_Politeknik Negeri Padang

 
 
 
Inilah materi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat ya sahabat blogger. Jika terdapat kekurangan dalam pemaparan saya minta maaf dan terima kasih sudah mampir🙏🙏 
 
Wassalamu'alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh
 
 
 
 
 
 

Jumat, 09 April 2021

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP

 

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh   
 Hayy, sahabat blogger👋👋
       saya Witri Wulandari dari Politeknik Negeri Padang dengan Jurusan Teknologi Informasi dan Prodinya D3 Manajemen Informatika akan membagikan materi tentang IP Address dan Sbnetting. Semoga postingan ini dapat diterima dan bermanfaat bagi sahabat blogger😊😊
 
 
 

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP

Latar Belakang

  • Berbagai macam teknologi diimplementasikan di bidang HW dan SW secara berbeda-beda tanpa aturan standarisasi sehingga mempersulit proses interkoneksi 
  • Tanpa standarisasi, banyak perangkat jaringan tidak mudah di implementasikan karena harus disesuaikan dengan kriteria perangkat yang bersangkutan
  • Jaringan komputer juga akan mengalami kesulitan berkomunikasi jika tidak ada standarisasi. 
  • ISO membuat berbagai macam skema standarisasi jaringan 
  • ISO membentuk sebuah model jaringan untuk menjembatani pengembang piranti jaringan agar tetap bisa digunakan atau berkomunikasi walaupun dikembangkan oleh beberapa pengembang 
  • Model jaringan tersebut adalah OSI (Open System Interconnection) 
  • OSI membagi kompleksitas komunikasi data dari sumber ke tujuan dengan lapisan-lapisan yang masing-masingnya mempunyai fungsi dan hubungan antara lapisan.
 

OSI (Open System Interconnection)

OSI memberikan pandangan yang abstrak dari arsitektur jaringan yang dibagi dalam 7 lapisan (layer). Model ini diciptakan berdasar pada proposal ISO sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer. Medel ini disebut OSI Reference Model. Open System diartikan sebagai suatu system yang terbukauntuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lain yang berbeda arsitektur maupun sistem operasi.
 

OSI Referensi Model

Ketika ISO (International Standart Organization) membuat standarisasi protokol, maka terciptalah sebuah standar model referensi yang berisi cara kerja protokol. Model referensi yang kemudian disebut dengan Open System Interconnection (OSI). Berdasarkan dokumen rekomendasi X.200, standart OSI ini memiliki 7 layer. Tiap layer ini memiliki definisi fungsi yang berbeda.
 

 
Layer 7 : Application Layer
Merupakan layer dimana terjadi interaksi antarmuka end user dengan aplikasi yang bekerja menggunakan fungsionalitas jaringan, melakukan pengaturan bagaimana aplikasi bekerja menggunakan resource jaringan, untuk kemudian memberika pesan ketika terjadi kesalahan. Beberapa service dan protokol yang berada di layer ini misalnya HTTP, FTP, SMTP, dll.

Layer 6 : Presentation Layer     
Layer ini bekerja dengan mentranslasikan format data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang bisa ditransmisikan oleh jaringan. Pada layer ini juga data akan di-enkripsi atau di-deskripsi.

Layer 5 : Session Layer
Session layer akan mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Di layer ini ada protocol Name Recognition,NFS & SMB.

Layer 4 : Transport Layer
Layer ini akan melakukan pemecahan data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut pada paket-paket data tersebut sehingga dapat disusun kembali  ketika sudah sampai pada sisi tujuan. Selain itu, pada layer ini, akan menentukan protokol yang akan digunakan untuk mentransmisi data, misalkan protokol TCP. Protokol ini akan mengirimkan paket data, sekaligus akan memastikan bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang atau rusak di tengah jalan.

Layer 3 : Network Layer
Network layer akan membuat header untuk paket-paket yang berisi informasi IP, baik IP pengirim data maupun IP tujuan data. Pada kondisi tertentu, layer ini juga akan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

Layer 2 : Data-link Layer     
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Layer 1 : Physical Layer
Layer Physcal berkerja dengan mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.  
 
 

Model Referensi TCP/IP 

Pada mulanya, TCP/IP disebut NCP (Network Control Protocol). Protokol percobaan tersebut melewati jaringan packet-switch. Tujuannya adalah memastikan bahwa jika suatu bagian jaringan mengalami kerusakan, transmisi data akan tetap berlangsung melewati rute alternatif lain.
 
Karakteristik Lapisan TCP/IP
TCP/IP mengatur komunikasi data komputer di internet dan memastikan pengiriman data ke alamat yang dituju. Lapisan-lapisan protokol TCP/IP melayani permintaan pengguna untuk mengirim dan menerima data, mengatur komunikasi antar-host, melakukan pengecekan kesalahan, menyampaikan paket ke alamat yang benar, dan mengirim/menerima data dari media fisik.
Protokol TCP/IP mempunyai empat lapisan yang merupakan penyederhanaan dari lapisan-lapisan yang ada di OSI. Lapisan-lapisan Protokol model TCP/IP mempunya empat lapisan, yaitu:
1. Lapisan Aplikasi
2. Lapisan Transport
3. Lapisan Internet
4. Lapisan Antarmuka Jaringan Fisik
 
Lapisan Aplikasi 
Lapisan Aplikasi pada model protokol TCP/IP adalah lapisan yang melayani permintaan pengguna untuk mengirim dan menerima data. Lapisan ini merupakan tempat dimana aplikasi dan servis-servis lain memperoleh akses ke jaringan. Lapisa ini merupakan “jendela” protokol terhadap dunia. Dua API (Application Programming Interface / Antarmuka Program Aplikasi) yang berbeda menyediakan akses ke protokol transportasi TCP/IP, yaitu Socket Window dan Net Bios.
 
Lapisan Transportasi (Transport)
Lapisan Transportasi pada model protokol TCP/IP berfiungsi mengatur komunikasi antar host dan melakukan pengecekkan kesalahan. Lapisan ini melakukan dan mempertahankan komunikasi point-to-point di antara dua host. Fungsi utamanya adalah membero balasan tehadap informasi dan mentransmisikan paket-paket data. Jenis servis ini yang diperlukan terggantung keapada aplikasi, dapat menggunakan TCP (Transmission Control Protocol) atau UDP (User Datagram Protocol). TCP biasanya digunakan ketika aplikasi yang dijalankan memerlukan transmisi data dalam jumlah besar dan memastikan data yang diperoleh penerima merupakan data yang benar dan dalam waktu pengiriman yang tepat. Adapun UDP digunakan apabila aplikasi menstransmisikan data dalam jumlah kecil dan tidak memerlukan balasan dari penerima. Penerima data melalui UDP bersifat unreliable (tidak ada pengecekan kesalahan paket); tidak ada laporan tentang penerimaan data dari penerima. 
 
Lapisan Internet 
Lapisan Internet bertugas menjalankan data di dalam dan di antara jaringan yang berbeda. Router sangat berfungsi pada lapisan protokol ini dab bertugas meneruskan paket data dari suatu jaringan atau segmen kepada jaringan lainnya.
 
Lapisan Antarmuka Jaringan/Fisik 
Lapisan Antarmuka Jaringan merupakan lapisan paling bawah. Lapisan ini bertugas mengirimkan paket data yang berisi IP. Lapisan ini bekerja dekat dengan ARP untuk menentukan header informasi yang tepat yang perlu ditambahkan pada masing-masing frame. Lapisan ini membuat frame yang cocok dengan tipe jaringan yag digunakan, seperti Ethernet, Token Ring, atau ATM, kemudian meletakkan paket data IP ke daerah muatan pada sebuah frame dan mengirimkan data.
 

REFERENSI

  • http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=59 
  • https://gemakjruntul.wordpress.com/2016/04/29/model-referensi-tcpip/


  Inilah materi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat ya sahabat blogger. Jika terdapat kekurangan dalam pemaparan saya minta maaf dan terima kasih sudah mampir🙏🙏 
 
Wassalamu'alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh

IP Address dan Subnetting

 

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh   
 Hayy, sahabat blogger👋👋
       saya Witri Wulandari dari Politeknik Negeri Padang dengan Jurusan Teknologi Informasi dan Prodinya D3 Manajemen Informatika akan membagikan materi tentang IP Address dan Sbnetting. Semoga postingan ini dapat diterima dan bermanfaat bagi sahabat blogger😊😊
 
 
 
  • IP ADDRESS 

 
Pengertian IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah sebuah identitas angka yang digunakan semua perangkat komputer agar saling berhubungan dalam jaringan internet. IP Addres juga sering disebut sebagai seperangkat aturan yang mengatur kegiatan internet dan membantu memberikan fasilitas dalam menyelesaikan tindakan di internet.
 
 
Fungsi IP Address 
  • IP Address sebagai identitas alamat perangkat. Ip address digunakan sebagai identitas alamat setiap perangkat jaringan yang akan melakukan komunikasi antar perangkat. Fungsi ini sangat berguna bagi perangkat komputer dalam hal mengakses internet.
  • IP Address sebagai alat identifikasi interface atau host Perangkat komputer yang digunakan dalam sebuah jaringan disebut sebagai host. Penggunaan IP address harus berbeda pada setiap host/perangkat. 
 
Alamat IPV4
Alamat IP Versi 4 adalah sebuah pengalamatan jaringan TCP/IP yang digunakan didalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan Protokol IP Versi 4. PAnjang totalnya adalah 32 Bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar 4 miliar host komputer diseluruh dunia. Contoh alamat IPV4 yaitu 192.168.1.29
 
Alamat IPV4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (Dotted Decimal Notation), yang dibagi kedalam empat buah oktet berukuran 8 Bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah W.X.Y.Z. Karena setiap oktet berukuran 8 Bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 

IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
 
 
Jenis-jenis Alamat IPV4
  1. Alamat Unicast, merupakan alamat IPV4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat ini digunakan dalam komunikasi peer to peer.
  2. Alamat Broadcast, merupakan alamat IPV4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi jaringan one to multyone.
  3. Alamat Multicast, merupakan alamat IPV4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat ini digunakan dalam komunikasi One-To-Many.
 
Kelas-kelas alamat IPV4
 
Kelas      Alamat IPOktet pertama (desimal)   
  Oktetpertama (binner)
Digunakan oleh
Kelas A 1–126 0xxx   xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B 128–191 10xx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E240–2551111 xxxxDireservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
 
Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interproces Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan binner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
 
Kelas C 
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPV4.
 
Kelas E 
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan binner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.




  • SUBNETTING

 
Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut “subnet.” Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).
 
Subnet
  • Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A,B atau C).
  • Subnet dibuat menggunakan satu atau lebih bit - bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID.
  • Jika standart network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.
Keuntungan Subnet
  • Mempunyai banyak jaringan.
  • Lebih aman karena antara subnet satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi kecuali ditambah router atau gateway, tapi masih perlu di filter.
  • Kemungkinan kongesti kecil.
 
 Subnet mas default untuk masing-masing Class IP Address adalah sebagai berikut:
 
Class   
 Oktet Pertama       
Subnet Mas Default          
Private Address
A 1-127 255.0.0.0 10.0.0.0-10.255.255.255
B 128-191 255.255.0.0 172.16.0.0-172.31.255.255
C192-223255.255.255.0192.168.0.0-192.168.255.255
 
 
Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas A

Network Address : 10.0.0.0/16 -> 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0)

  1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)8 = 256 subnet 
  2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)16 – 2 = 65534 host 
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc. 
  4. Alamat host dan broadcast
Subnet                 
10.0.0.0             
10.1.0.0            
10.254.0.0            
10.255.0.0            
Host Pertama
10.0.0.1
10.1.0.1
10.254.0.1
10.255.0.1
Host Terakhir
10.0.255.254
10.1.255.254
10.254.255.254
10.255.255.254
Broadcast
10.0.255.255
10.1.255.255
10.254.255.255
10.255.255.255

 

Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas B

Network Address : 172.16.0.0/18 -> 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0)

  1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2(pangkat) = 4 subnet 
  2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2(pangkat)14 – 2 = 16.382 host 
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. 
  4. Alamat host dan broadcast
Subnet                 
172.16.0.0           
172.16.64.0            
172.16.128.0         
172.16.192.0            
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255
 
 
Network Address : 172.16.0.0/25 -> 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128)
  1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)9 = 512 subnet 
  2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)7 – 2 = 126 host 
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128) 
  4. Alamat host dan broadcast
Subnet                 
172.16.0.0          
172.16.0.128         
172.16.1.0         
172.16.255.128        
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.0.129
172.16.1.1
172.16.255.129
Host Terakhir
172.16.0.126
172.16.0.254
172.16.1.126
172.16.255.254
Broadcast
172.16.0.127
172.16.0.255
172.16.1.127
172.16.255.255
 
 
Contoh Perhitungan Subnet Mask IPv4 Kelas C

Network Address : 192.168.1.0/26 -> 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

  1. Jumlah Subnet = 2(pangkat)x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2(pangkat)2 = 4 subnet 
  2. Jumlah Host per Subnet = 2(pangkat)y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2(pangkat)6 – 2 = 62 host 
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. 
  4. Alamat host dan broadcast = Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet                   
 192.168.1.          
192.168.1.64       
192.168.1.128     
192.168.1.192     
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
 


REFERENSI

  • https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-ip-address-pengertian-fungsi-manfaat-dan-cara-kerjanya/
  • https://zachjr.wordpress.com/2016/01/26/ip-address-dan-subnetting/
  • https://muhammadfadhil201.wordpress.com/2015/04/28/pengertian-ip-address-pembagian-kelas-ip-address-ipv-4-dan-perbedaan-tcp-dan-udp/
  • https://informatikalogi.com/cara-menghitung-subnetting-ipv4/
 
 
  Inilah materi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat ya sahabat blogger. Jika terdapat kekurangan dalam pemaparan saya minta maaf dan terima kasih sudah mampir🙏🙏 
 
Wassalamu'alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh

Keamanan Jaringan Komputer

  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh       Hayy, sahabat blogger👋👋         saya Witri Wulandari dari Politeknik Negeri Pada...